Buah pemikiran (Aura) dapat dibagi ke dalam tiga jenis Utama yaitu : (1) yang buruk, (2) yang biasa, dan (3) yang baik. Pemikiran yang biasa dapat dibagi lagi menjadi pemikiran yang condong pada keburukan dan yang condong pada kebaikan. Dengan demikian, buah pemikiran (aura) dapat dibagi : (a) menjadi buruk,(b) biasa condong ke buruk, (c) biasa, (d) biasa condong ke baik, dan (e) baik. Dalam lingkungan auranya, pemikiran tersebut menimbulkan warna : merah, jingga, kuning, hijau, biru nila, dan ungu.
Ada orang yang mempunyai kemampuan melihat kelap-kelip cahaya pikiran pada keadaan agak gelap. Di tengah sorot cahaya matahari, warna-warna tersebut sulit dilihat. Warna-warna ini mempunyai arti sebagai berikut :
- 1) Coklat - kemerahan : nafsu dan tamak
- Merah Tua : nafsu kemarahan (ammarah)
- Merah Muda : nafsu dalam cinta
- Merah Jambu : rasa cinta kasih
- 2) Jingga : keberanian
- 3) Kuning : daya pikiran
- 4) Hijau : simpati
- 5) Biru, Biru Nila (Indigo) : rasa ketuhanan, keberagamaan
- 6) Ungu : kerohanian, pertalian dengan jiwa
- 7) Hitam/gelap(tidak menunjukkan warna) :perasaan iri. Warna ini muncul pada orang yang tidak beradab atau sedang sakit.
- 8) Putih, seperti bulan (tidak menunjukkan warna) : menunjukkan keimanan.
- Warna Aura apakah yang pernah anda alami sampai saat ini ???
6 komentar:
aura setiap manusia memang berbeda kenapa ya pak....?
apa sih aura?
adakah aura pada binatang?
dari mana asal aura?
terima kasih saudara Kandagalante atas pertanyaan-pertanyaan silaturahminya; Aura dapat diartikan sebagai buah pikiran; ahli lain mengatakan energi manusia.Kalau konsep yang dipakai sebagai pancaran buah pikiran jelas pada binatang tidak terdapat aura; auara semuanya berasal dari energi Yang Maha Hidup Allah SWT; karena pada hakekatnya isi dunia ini penuh dengan energi dan meta energi (cahaya) kehidupan.
Terima kasih pengelola MAKTAB; ya betul aura setiap manusia sangat berbeda-beda; sangat tergantung bagimana manusia memanaj potensi diri dalam menjalankan kehidupan lahir batinnya.
wah kalo setiap kita mikir maka tubuh kita mengeluarkan cahaya, nanti ketauan dong pak apa yang kita pikirin. padahal kan pikiran itu settingan dari asalnya ya untuk ikta nikmati sendiri, kemudian diciptakanlah mulut, lidah, faring-larig dll dsb untuk menyampaikan isi pikiran kita
Kalau hidup sudah transfaran (termasuk berpikir)bagaimana kita harus sembunyikan ?? jasad=materi; jiwa=energi; ruh/roh=metaenergi (cahaya);berpikir tsb.ada di wilayah jiwa, kalau sudah sampai pada penglihatan metaenergi begitulah adanya saudara dusta lelaki, semua kita di hadapan Yang Maha Cahaya Allah SWT adalah tanpa tedeng aling-aling lagi...transfaran.....begitu, terima kasih atas kunjungannya.
Posting Komentar